Home BERITA Pengajian Ramadhan : Keutamaan Amalan di Bulan Ramadhan

Pengajian Ramadhan : Keutamaan Amalan di Bulan Ramadhan

PENGAJIAN RAMADHAN : KEUTAMAAN AMALAN DI BULAN RAMADHAN

Oleh : Drs. M.A. Suhadi

Di pagi yang cerah tepatnya pada hari Rabu tanggal 17 Juli 2013, seperti biasa Para Hakim, Pegawai dan Karyawan/Karyawati Pengadilan Agama Rembang berkumpul untuk menghadiri pengajian ramadhan. Pengajian tersebut disampaikan oleh Bapak Drs. M.A. Suhadi dengan tema “Keutamaan Amalan di Bulan Ramadhan” dan sebagai pembawa acara dibawakan oleh Bapak Kastari, S.H. Berikut isi ringkas pengajian tersebut:

Bulan ramadhan merupakan bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan lainnya. Hal ini dikarenakan bulan ramadhan memiliki keistimewaan sebagai berikut :

1. Bulan dilipatgandakannya amal sholeh.

Khutbah Rasululah saw pada akhir bulan Sa`ban “Hai manusia, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah telah menaung. Bulan yang didalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang padanya Allah mewajibkan berpuasa. Qiyamullail disunnahkan. Barang siapa yang pada bulan itu mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebaikan, nilainya seperti orang yang melakukan perbuatan yang diwajibkan pada bulan lainnya. Dan barang siapa yang melakukan suatu kewajiban pada bulan itu,nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukannya pada bulan lainnya. Keutamaan sedekah adalah sedekah pada bulan Ramadhan (HR. Bukhori-Muslim).

2. Bulan terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan yaitu Lailatul Qadar dimana malam tersebut memiliki nilai amalan 1000 bulan atau 83 tahun 6 bulan.

Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr 1-3)

3. Bulan diturunkannya Al-Qur’an.

“Beberapa hari yang ditentukan itu ialah bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah 185)

4. Bulan penuh ampunan dosa.

Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan ihtisab, maka akan diampuni dosa-dosanya yang lalu.”(HR. Bukhari)

Shalat yang lima waktu, dari jumat ke jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan, merupakan penghapus dosa di antara mereka, jika dia menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

5. Bulan untuk mencapai taqwa kepada Allah Swt.

Sebagaimana Surat Al-Baqarah ayat 183 yang artinya: ” Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”.

Orang yang paling mulia dihadapan Allah Swt adalah orang yang bertaqwa kepada-Nya. Hal tersebut sesuai dengan firman Allah Ta’ala, yang artinya:

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al Hujurat: 13)

Yang harus kita lakukan untuk mencapai taqwa dalam bulan ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Melakukan amal ibadah.

Berikut ini ada sebuah Hadits Qudsi yang artinya: “Semua kebaikan yang dikerjakan oleh manusia, akan dilipatkan pahalanya mulai dari sepuluh sampai tujuh ratus lipatan, kecuali Puasa, maka Puasa itu untuk Aku, dan AKU (Tuhan) sendiri yang akan membalasnya; ia meninggalkan kesenangannya dan makannya untuk AKU”.             

2. Mendatangi Majlis Pengajian/Pengetahuan.

3. Selalu melakukan shalat berjama’ah.

4. Berbuat baik kepada kedua orang tua.

Sebagaimana surat Al-Isra ayat 23 sampai dengan 24 yang artinya:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”.

Demikian ringkasan pengajian yang disampaikan oleh Bapak Drs. M.A. Suhadi selanjutnya Acara ditutup oleh pembawa Acara, Bapak Kastari, S.H.