Menengok Berbagai Inovasi PA Jakarta Selatan (1)
Berbagai inovasi sedang dikembangkan oleh Pengadilan Agama Jakarta Selatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan. Apa saja inovasi itu?
Megah. Begitulah kesan yang tampak dari Pengadilan Agama Jakarta Selatan. Gedung berlantai dua yang diresmikan tahun lalu oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Ahmad Kamil, ini disebut-sebut telah memenuhi standar gedung pengadilan yang modern, canggih dan nyaman buat masyarakat pencari keadilan.
PA Jakarta Selatan memang pengadilan yang besar, tetapi yang besar sesungguhnya bukan hanya gedungnya. Jumlah perkara dan orang-orang yang berperkara pun tergolong besar.
“Banyak public figure yang berperkara di sini. Terakhir kami menyidangkan perkara mantan Menteri Sekretaris Negara, Moerdiono,” kata Panitera/Sekretaris PA Jakarta Selatan, Ach. Jufri, ketika ditemui badilag.net, Jumat (20/5/2011).
Sebagai pengadilan yang besar, PA Jakarta Selatan dituntut mampu memberikan pelayanan terbaik kepada publik yang berada di wilayah hukumnya. Karena itulah berbagai inovasi tengah dikembangkan di pengadilan yang terletak di Jalan R. Harsono, Ragunan, ini.
Salah satu inovasi PA Jakarta Selatan adalah sistem informasi berbasis SMS bernama Call Center atau SMS Gateway. Para pihak yang berperkara bisa mendapatkan layanan SMS berisi informasi mengenai banyak hal, dari nomor perkara, identitas para pihak, susunan majelis hakim, jadwal sidang, hingga sisa panjar biaya perkara.
Tidak sulit bagi para pihak berperkara, terutama penggugat/pemohon, untuk mendapatkan layanan itu. Mereka cukup mendaftarkan nomer HP-nya dengan mengirim SMS ke nomor 085213233112. Untuk melakukan pendaftaran, cukup mengetik REG(SPASI)[NOMER PERKARA][JENIS PERKARA][DUA DIGIT TAHUN PENDAFTARAN]. Contohnya, REG 0123G11 lalu dikirim ke nomor Call Center.
Setelah itu, akan ada SMS balasan informasi penggunaan SMS info perkara dari server PA Jakarta Selatan. Ada empat menu yang disediakan, yaitu jadwal sidang, biodata, keuangan dan info.
“Layanan ini gratis. Biayanya hanya sebesar mengirim SMS biasa,” ungkap Tohir, penanggung jawab teknologi informasi PA Jakarta Selatan.
Untuk menghindari penyalahgunaan, kata Tohir, informasi untuk setiap nomor perkara hanya bisa diakses oleh maksimal lima nomor HP.
Belum lama ini badilag.net melakukan uji coba. Setelah terdaftar, badilag.net mencoba mengakses menu “keuangan” untuk sebuah perkara gugat cerai. Hasilnya begini:
1. 06/01/2011, Panjar, 616000
2. 06/01/2011, Pendaftaran, 30000
3. 06/01/2011, Biaya Administrasi Perkara, 75000
4. 13/01/2011, PGL-II, 100000
5. 13/01/2011, PGL-I, 100000
6. 31/01/2011, PGL-II, 100000
7. 17/02/2011, Pengembalian Sisa Panjar, 100000
8. 17/02/2011, Redaksi, 5000
9. 17/02/2011, Materai, 6000
10. 17/02/2011, PBT-A2, 100000
Bagaimana menurut Anda? Terobosan yang menarik, bukan?
(hermansyah)
|